Space Iklan
Custom Search
Headlines News :
 Space Iklan
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

SMP Paramarta Kumpulkan Koin Pedulian Sesama Siswa

Tangsel,citranewsindonesia,--- Dalam membantu sesama teman yang dilakukan oleh para siswa SMP Paramarta Jombang memang patut dicontoh oleh sekolah lain untuk memyisihkan sedikit koin sebesar Rp. 500 yang disumbangkan kepada temennya untuk dapat mendukung dalam pendidikan.

Menurut Kepala Sekolah SMP paramarta menjelaskan Koin itu digunakan untuk membiayai siswa yang kurang mampu, jadi kami kembalikan kepada temannya lagi tidak ada sedikitpun masuk ke kantong kepala sekolah atau pun guru yang mengajar disana, dan ada sekitar sebanyak 150  dari jumlah 1.400 siswa yang mendapatkan anggaran dana tersebut untuk pembayar mulai dari SPP dan lainnya. Jelasnya

"Sehingga ini saya anggap sangat luar biasa secara tidak langsung kami melatih mereka untuk berbuat baik dan ibadah cuma hanya dengan menyisihkan uang jajan mereka sebesar Rp. 500 dan dilakukan secara rutin".

Pungutan tersebut dilakukan sekitar 5 tahun lalu sehingga bagi mereka siswa yang kurang mampu secara ekonomi keluarganya. Dan saya terangkan kembali pungutan itu tidak ada sedikitpun masuk ke yayasan, kepala sekolah atau guru. Paparnya

Pungutan koin Rp. 500 kami lakukan ini tidak ada unsur pemaksaan walapun siswa tidak memberikan tidak kami permasalahkan dikarenakan ini saya anggap sebagai ibadah dan perlu adanya keikhlasan dari siswa itu sendiri. Terangnya saat dikonfirmasi diruangannya, Rabu (28/09/2016) di Jl. Raya Jombang, Gg. Taqwa No.70 Jombang Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan.

Dan juga kami menghimbau kepada anak-anak dan orang tua bahwa mungkin hanya sebanyak 500 rupiah untuk kita kumpulkan disekolah,yang mana kita ini harus mendukung siswa yang tidak bersekolah maka kita bantu dari dana anggaran tersebut.

Dana sumbangan koin yang dihasilkan itu sekitar Rp. 400.000 perhari dan setiap hari pasti ada laporan,karena sumbangan dana ini dikelola langsung oleh guru dan siswa, bukan hanya itu bukti kwitansi pembayaran yang dikeluarkan menggunakan hasil koin tersebut juga ada.

Bahkan untuk dana anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang menjadi harapan tidak seluruhnya membiayai mereka, maka dari itu kita juga harus ada kreatifitas, seperti kegiatan sumbangan koin tersebut, saya yakin tidak ada indikasi untuk memperkaya diri. Bukan hanya itu saja kami juga sudah pernah menyampaikan kepada kepala sekolah lain bahwa kita mempunyai metode tersebut. Tutupnya (Dede Richal)

Perayaan Hut PMI ke 71 Tangsel, Jadikan Menolong Bukan Kewajiban Melainkan Kesenangan

Tangsel,citranewsindonesia,--- Palang Merah Indonesia (PMI) kini telah menginjak usia 71 tahun. Sepanjang usianya, aksi PMI telah dirasakan oleh setiap generasi mulai dari generasi kemerdekaan, generasi yang mempertahankan kemerdekaan, generasi yang mengisi kemerdekaan, hingga generasi terkini dengan segala kemajuannya.

Dalam perjalanannya, PMI menyadari bahwa membangun generasi berperikemanusiaan adalah pekerjaan yang panjang dan harus dimulai sejak usia dini dengan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

Peringatan hut yang ke 71 ini, PMI Kota Tangerang Selatan dilakukan dihalaman perkantoran Cilenggang, Serpong, minggu (25/09/2016) kemarin. Dan dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, para Wakil Ketua I dan II, anggota pengurus Kota, para pengurus PMI tingkat Kecamatan se-Tangsel, Relawan PMI se Kota Tangsel, dan Mitra PMI Kota Tangsel.

Menurut Adji Ekawarman Hassan Sekretaris PMI Kota Tangsel (Kepala Markas PMI Kota Tangsel) mengatakan jadikan perbuatan menolong BUKAN sebagai kewajiban, tapi sebagai kebutuhan dan kesenangan. Ungkapnya saat dikonfirmasi via Whatshap Senin (26/09/2016) oleh reporter citraneswindonesia.com


Selain itu juga saya berharap untuk segera disahkan UU Kepalang merahan dan penggunaan satu lambang kemanusiaan di Indonesia, menciptakan para kader dan relawan sebanyak mungkin mulai dari tingkatan usia dini, menumbuhkan semangat berbagi pada masyarakat, sesuai dengan kemampuan dan bidang aktifitas masing-masing, dan segera untuk dapat mewujudkan cita-cita PMI Tangsel untuk dapat menggratiskan darah bagi pasien yang ber-KTP Kota Tangsel

Hadir dalam acara tersebut Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany selalu ketua PMI Kota Tangerang Selatan  melaksanakan potong Tumpeng bersama jajaran PMI Kota Tangsel dihadapan para anggota da relawan.

PMI ingin terlibat dalam membangun karakter anak-anak sebagai usia dini untuk menjadi generasi berkemanusiaan. Untuk itu, kegiatan peringatan HUT PMI tahun ini akan melibatkan anak-anak, baik yang tergabung dalam satuan Palang Merah Remaja (PMR) maupun anak-anak pada umumnya di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. (Dede Richal/BDK)

Perilaku Oknum SY Tidak Ada Kaitannya Dengan Instansi Satpol PP

Tangsel,citranewsindonesia,--- Menindak lanjuti laporan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke polrest Tangsel dengan nomor laporan LP/K/122/VIII/2016/SPKT/PMJ/Polres Tangsel yang telah melaporkan salah satu oknum instansi Pemerintah Dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel yang berinisial (SY) terkait dengan adanya dugaan penipuan dan penggelapan (Pasal 378 dan atau 372 KUHP).

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Azhar Syam'un menjelaskan tentang prilaku staffnya bahwa mengenai permasalahan yang menyangkut urusan pribadi yang dilakukan oleh (SY) sendiri ini merupakan tidak ada sangkutannya dengan Instansi Satpol PP Tangsel. Ungkapnya saat dikonfirmasi diruangannya Senin (26/09/2016)

"Tentang laporan kepolisian itu sudah tertulis jelas bahwa itu merupakan penipuan yang dilakukan oleh saudara (SY) untuk urusan pribadi yang bersangkutan, dan tidak ada arahan atau perintah apapun dari saya selaku pimpinan Satpol PP Kota Tangerang Selatan mengenai hal yang dilakukan oleh terlapor. Jadi kesimpulannya, hal yang dilakukan oleh (SY)  itu tidak ada kaitannya dengan institusi Satpol PP Kota Tangerang Selatan," terang Azhar.

"Selain itu mendengar dari aduan dari pelapor dengan terlapor untuk dapat dapat menyelesaikan permasalahannya agar langsung di komunikasikan dengan baik, mungkin dengan adanya mediasi terlapor sulit melakukan komunikasi maka dari itu pelapor melaporkan saudara (SY) ke pihak kepolisian."

Dan mengenai alasan terlapor melakukan perbuatan itu yang menyakut permasalahan janji rencana pekerjaan atau kegiatan yang ada di instansi Satpol PP itu saya sekali menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar atau tidak ada,dan itu murni permasalahan pribadi antara pelapor dan terlapor. Tambah Azhar Syam'un

"Dalam hal ini saya pernah menanyakan kepada terlapor, kalau memang dia pernah menjanjikan apa kepada terlapor, sedangkan rencana kegiatan saja belum ada, dan DPA juga belum ada".

Sementara untuk pelapor, kenapa juga memberikan sejumlah nominal uang tanpa konfirmasi ke saya, maka dari itulah dalam hal ini saya luruskan kembali bahwa hal yang ada tersebut itu di luar dari institusi Satpol PP Kota Tangerang Selatan," terang Kasatpol PP Tangsel.

Dalam sisi pekerjaan terlapor di instansi Satpol PP Tangsel Azhar Syam'un memberitahukan bahwa saudara (SY) sampai saat ini masih aktif seperti biasa dalam bekerja, dengan bukti adanya absensi setiap hari saya lihat.

Dalam hal ini, Azhar Syam'un juga berharap bahwa masalah tersebut telah di tangani oleh pihak Kepolisian Polres Tangerang Selatan, dan hingga kini sedang berjalan, “maka dari itu biarlah rekan-rekan Kepolisian yang menyelesaikan karena memang itu sudah menjadi ranah mereka, dan bagi terlapor agar secepatnya menyelesaikan masalah tersebut agar tidak mengganggu kinerjanya di Satpol PP Kota Tangerang Selatan,” tutup Azhar (Tim)

Tiga Pasangan Calon Pilgub DKI, Adu Gengsi Tiga Tokoh Nasional

Jakarta,CitranewsIndonesia-- Munculnya tiga pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta tidak lepas dari keberadaan tiga tokoh nasional yang mengusung pasangan calon tersebut.

Tiga tokoh tersebut adalah Megawati yang mewakili Poros Teuku Umar, SBY yang mewakili Poros Cikeas dan Prabowo yang prakarsai Poros Kertanegara.

"Tidak bisa dipungkiri memang, Jakarta akan jadi tempat adu gengsi tiga tokoh nasional untuk menuju 2019," jelas Ketua Formappi, Sebastian Salang saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (25/9/2016).

Ketiga tokoh tersebut diprediksi akan mengadu pengaruh yang sudah mulai terlihat dari keputusan yang dihasilkan untuk mengusung satu nama pasangan calon di rumah pribadi tokoh itu.

Namun begitu, meski dikatakan terlalu dini, bukan tidak mungkin pasangan calon yang berasal dari kelompok tertentu akan menjadikan momentum kepercayaan diri untuk maju di Pemilihan Presiden.

"Arahnya bisa jadi kesana. Di Jakarta akan jadi pemanasan awal untuk pilpres. Bagaiamanapun Jakarta kan jadi barometer nasional," kata dia.(*)

Sumber : Tribunnews

BERITA PILIHAN

MEMBONGKAR MAFIA HUKUM DI PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI

GunungSitoli,CitranewsIndonesia -- Dugaan pemalsuan amar putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada perkara Nomor: 10/Pdt.G/2004/PN.GS t...

 

Space Iklan 470 X 110


Space Iklan 470 X 110


Tangsel

Tangsel