Space Iklan
Custom Search
Headlines News :
 Space Iklan
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Penjual Mie Ayam Cabuli 6 Anak Dibawah Umur

Tangsel,citranewsindonesia,--- Tindakan tak senonoh yang dilakukan pria beristri itu diketahui, Selasa 2 Agustus 2016 pekan lalu, di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dengan cara meraba-raba dan mencolok-colok kemaluan korban dengan mengunakan jari tangan kanan, pada saat para korban bermain di rumah pelaku. Usai melakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku, korban diberikan uang agar tidak mengadu kepada orang tua atas tindakan yang ia lakukan.

Sebanyak 6 orang korban diantaranya berinisial BR (6), NCI (4), SNM, (5), ZNI (6), HV (15), HD (13) warga  Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Menjadi sasaran pelampasan hawa nafsu Seorang pedagan Mie ayam berinisial S alias R alias M Bin J (30) yang merupakan paman dari korban tersebut.
Kapolres Tangsel Anjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ayi Supardan yang didampingi oleh Wakapolres Tangsel Kompol Bachtiar Alponso S. IK saat jumpa Pers mengatakan, sebenarnya tindakan kejahatan terhadap anak memang tidak elok untuk di rillis namun, karena kita melihat dalam satu bulan belakangan ini angka kejahatan terhadap anak di bawah umur cukup tinggi.
“Oleh karena itu kami sebagai petugas akan terus berupaya-upaya untuk melindungi masyarakat dan kami juga meminta kepada para orangtua harus lebih optimal dalam mengawasi anak-anak  saat jam-jam sibuk,” kata Ayi kepada awak Media, Rabu (24/8/2016).
Selain itu laporan awalnya ada empat orang, setelah pelaku ditahan dan dilakukan pengembangan bertambah dua korban lagi, korban menjadi enam orang, empat dari korban masih balita yang belum bisa berbicara maka dalam penyelidikan nanti akan didampingi oleh pendamping khusus.

Pentingnya peran keluarga terhadap pemahaman dan pendidikan seksual terhadap anak sejak dini. Keluarga menjadi nomor satu untuk mencegah terjadinya kasus seperti ini. Orangtua maupun anak-anak harus semakin waspada. Lantaran, kekerasan seksual pada anak justru dilakukan oleh orang terdekat. Seperti, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah, kerabat, maupun tetangga korban.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tenteang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” jelas Ayi.(Red/Putra)

Dispora Tangsel Gelar Kejuaraan Sepak Bola KU 17 Tingkat SLTA

Tangsel,citranewsindonesia,--- Dinas Pemuda dan olah raga tangsel mengadakan pelaksanakan perlombaan sepak bola tingkat SMA se Tangsel yang bertemakan "Dengan olah raga kita tingkatkan jiwa yang sehat dan tubuh yang kuat". Dengan kejuaraan sepak bola usia 17 tingkat Kota Tangerang Selatan untuk selalu kita jalin tali persaudaraan kegiatan perlombaan ini memperebutkan piala dispora Tangsel.

Perlombaan sepak bola tingkat SMA setangsel ini selenggarakan selama 3 hari yang selenggarakan di lapangan kantor kec. Pondok aren, Tangsel dan dihadiri oleh Camat, Danramil, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) yang diwakili oleh Kabid Olah Raga,  Selasa (23/08/2016)

Dalam sambutannya Kepala Bidang Bina Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel, Drs. Muhamad Riadi mewakili Ka. Dispora Tangsel, Chaerudin, mengatakan kegiatan perlombaan untuk usia 17 tingkat sekolah SMA ini merupakan untuk dapat menciptakan bersaudaraan,banyak bibit atlet dari pelajar, namun sayang potensi tersebut kurang berkembang karena tidak terpantau.

“Dalam pertandingan sepakbola nanti agar menjaga sportifitas yang baik bagi atlit sepakbola dan menjaganya agar persaudaraan dapat terjalin,” kata Drs. Muhammad Riadi.

Adapun Tim yang berlaga di Kejuaraan ini berasal dari Team SMA Insan Cendikia, SMK Negeri 5, SMA Negeri 10, SMA Negeri 1, SMA Darussalam, SMA Letris, SMK Negeri 1, SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 3.

“Agar tidak mengganggu jam belajar peserta yang memang rata-rata usia sekolah, maka pertandingan akan digelar pada pagi hari saja,” pungkasnya. (Dede Richal)

Bina Marga Kota Tangerang Prioritaskan Infrastruktur Jalan

Tangerangkota,citranewsindonesia,--- Pada tahun anggaran 2016, lebih kurang 128 milyar telah dianggarkan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang dalam hal pelayanan masyarakat di bidang infrastruktur jalan dan jembatan. Infrastruktur jalan dialokasikan sebesar 55 milyar untuk 32 lokasi kegiatan peningkatan jalan dan infrastruktur jembatan dialokasikan sebesar 72 milyar untuk 8 lokasi jembatan. 

Diharapkan nantinya para pengguna jalan, baik pengguna jalan motorized maupun non-motorized, memperoleh infrastruktur penunjang yang aman, nyaman dan berkeselamatan. Pertumbuhan

penduduk Kota Tangerang yang meningkat pertahunnya, memberikan dampak meningkatnya pula pertumbuhan masyarakat pengguna jalan serta jumlah kendaraan.

Peningkatan jumlah penduduk ini harus diimbangi dengan peningkatan di bidang infrastruktur yang cukup signifikan baik kualitas maupun kuantitasnya. Maka dari itu peningkatan jalan kota terus dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan jalan secara umum yakni peningkatan dari yang semula perkerasan jalan aspal menjadi perkerasan beton. 

Struktur beton ini dipilih agar dapat mengantisipasi peningkatan tonase atau beban jalan yang makin bertambah tiap tahunnya dan lebih tahan terhadap banjir. Setiap kegiatan peningkatan jalan kota, pastinya akan memberikan dampak kemacetan lalulintas selama masa konstruksi. 

Oleh karena itu, menurut Rezkha Dwinita, ST dari Seksi Jalan dan Jembatan Kota Tangerang, saat ini DBMSDA mulai mengaplikasikan beton cepat, yakni beton yang mempunyai kemampuan optimum setelah 3 hari, berbeda dengan beton konvensional yang berumur 28 hari. Ungkapnya

Akan tetapi tidak semua lokasi dapat diaplikasikan dengan beton cepat ini, mengingat efisiensi dan efektivitas anggaran di bidang infrastruktur jalan. Pembangunan trotoar di sejumlah lokasi di Kota Tangerang juga mendapat perhatian DBMSDA Kota Tangerang. 

Nantinya diharapkan para pedestrian mendapatkan ruang mobilitas yang lebih lebar dan lebih nyaman. Peninggian beberapa jembatan seperti Jembatan Jalan Siliwangi dan Jembatan Moh. Toha (Albumindo) dilakukan untuk mengatasi terputusnya pergerakan pengguna jalan akibat banjir dan menunjang program bidang Sumber Daya Air untuk penanggulangan banjir (rez/Adv).

Siswa Kakak Beradik Asal Tangsel Dapat Berprestasi Pada Ajang Internasional

Tangsel,citranewsindonesia.com--- Prestasi kakak beradik Patria Alghani Isa (15) siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang, dan Reynaldi Arrayan Isa (12) siswa kelas VII SMP Negeri 4 Pamulang Tangsel, patut dibanggakan. Dia mengharumkan nama bangsa pada International Youth Robot Competition (IYRC) 2016 Korea di Daejeon Convention Centre, Korea Selatan.

Tim Merah Putih “Garuda Junior” diantaranya diwakili oleh Kakak beradik yang beralamat di Perumahan Sinar Pamulang Permai Blok B 4 No. 5, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Mereka sangat percaya diri berhadapan dengan peserta dari berbagai negara di ajang kompetisi Internasional tersebut. Setelah berjuang keras, yang mana dari Tim Indonesia tersebut memperoleh prestasi yang gemilang.

Penghargaan bergengsi yang terima oleh Patria dan Reynaldi di ajang International Youth Robot Competition (IYRC) 2016, Bronze Prize Award untuk kategori Creative Robot dan Excellence Award kategori Volleyball Robot.

Dengan prestasi yang diraih anak bangsa pada International Youth Robot Competition (IYRC) 2016 di Daejeon Korea Selatan diharapkan akan semakin memacu generasi muda Indonesia untuk menghasilkan karya-karya robotic yang dapat membantu berbagai dimensi kehidupan manusia, serta dapat memacu kemajuan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) Indonesia pada umumnya. 

Kakak beradik yang merupakan putra dari pasangan Iwan B. Isa dan Chathlea Agustine  berhasil mendapatkan beberapa Award. Kakak beradik itu telah mengharumkan nama sekolahnya masing-masing dan pembina eskul saat di Muhamadiyah Bapak Hikmatul Fitri, juga mengharumkan nama Republik Indonesia di kancah Internasional. Kedua SMP tersebut merupakan sekolah unggulan di Kota Tangerang Selatan.

Selain itu Menurut, orangtua siswa berprestasi Iwan B. Isa mengatakan, “Kami sebagai Orangtua wajib mendukung, mendorong dan memberi motivasi kepada mereka apapun selama itu positif,” kecintaan Putranya atas Dunia Robotic berawal dari melihat dan ikut-ikutan dari sahabatnya, lama kelamaan merekan tertarik ingin belajar dan akhirnya mereka bias dengan sendirinya secara otodidak akhirnya banyak menuai banyak prestasi dan penghargaan. Ungkap Iwan kepada awak Media, Senin (22/8/2016).

Dirinya juga menjelaskan, perhelatan Robotic Internasional yang di gelar oleh Korea Selatan yang diikuti kedua Putranya hanya terkendala dengan kurangnya latihan, meski seperti mereka tidak mudah patah semangat dan sarana yang masih kurang tidak seperti Negara lain yang ikut dalam kompotisi Robotic tersebut.

“Pelatihan yang kurang intensif, namun anak-anak tetap berjuang meski gagal mereka terus mencoba tidak pantang menyerah begitu terus berulang-ulang dan sarana kami pun mini, kurang lengkap tidak seperti peserta lain yang membawa peralatan dengan begitu lengkap Misalnya seperti dibidang pertanian kalau mereka bias menciptakan robot untuk bercocok tanam dan seperti yang lainnya,”  papar Iwan.

Dirinya juga berpesan kepada kedua Putranya agar terus bersungguh-sungguh dalam mengembangkan kreativitas agar terus bisa membangakan orangtua dan bisa mengharumkan nama Bangsa. Teruslah semangat dan bersungguh-sungguh jangan pernah patah semangat dalam menghadapi hal apapun,” pungkas Iwan. (Dede Richal)

Berita Pilihan

Tolak Penutupan Taman Kota 2, Warga Unjuk Rasa ke Dinas Tata Kota Tangsel.

Tangsel,citranewsindonesia.com,--- Sekitar seratus warga yang tergabung dalam masyarakat Karang Taruna Bersatu (KTB) mendatangi Dinas Ta...

 

Space Iklan 470 X 110

 Space Iklan

Space Iklan 470 X 110

 Space Iklan

Tangsel

Tangsel